Slide show

[Khas][Slideshow]

Rosihan Sahib, BA

Pak Sihan
kampungku.id - Kolom "Sosok" ini disediakan di kampungku.id bukan bermaksud untuk menyanjung, memuja atau  mengkultuskan sesorang. Namun lebih sebagai wujud rasa terimakasih dan penghargaan kepada seseorang yang telah berkarya nyata demi kemajuan Belitung khususnya atau negara pada umumnya. Sehingga pada masa mendatang diharapkan akan tumbuh lebih banyak lagi sosok-sosok yang terinspirasi dan mampu berbuat lebih  daripada sosok yang kami tampilkan. Banyak orang di Belitung pasti tidak merasa asing melihat foto diatas. Mungkin itu tetangga beliau, teman sekolah atau rekan seprofesi. Tapi  yang paling banyak adalah murid beliau yang jumlahnya sudah mencapai angka ribuan. Pada kolom "SOSOK" kesempatan perdana ini, kampungku.id mengangkat sosok seorang Pendidik, Aktifis Pemuda dan Aktifis Sosial yaitu Rosihan Sahib,BA atau akrab disapa Pak Sihan.
Bagi orang yang pertama  kali berjumpa dengan Pak Sihan akan merasa agak seram. Betapa tidak, dengan perawakan tinggi besar dan gaya berjalan yang khas, beliau menimbulkan kesan yang bikin keder orang yang bernyali mudah ciut. Tapi setelah melihat senyuman kebapakan dari beliau, kesan itu  sirna seketika. Senyum kebapakan dan sapaan pak Sihan juga adalah sesuatu yang khas. Ketika bertemu seseorang beliau selalu memberikan senyum yang menentramkan dan akan menyebut nama orang itu jika beliau sudah mengenal sebelumnya. Bahkan meski muridnya telah ribuan jumlahnya, sebagian besar masih disapa dengan nama lengkap, pakai nama orang tuanya segala.
Lahir di Tanjungpandan tanggal 12 Januari 1952, beliau tumbuh besar di Pangkallalang. Sejak muda menyenangi kegiatan berorganisasi. Pernah menjadi pengurus perkumpulan sepakbola di kampungnya (OPB), dan sekarang menjadi ketua (representatif) Billiton Heritage Society. 
Menamatkan sekolah dasar juga di kampungnya sendiri, SD Negeri 11 Tanjungpandan. Selesai menamatkan pelajaran di SMP Unit Penambangan Timah Belitung, yang terhitung masih di kampungnya juga, satu-satunya SMA Negeri yang ada hanyalah SMA Negeri Tanjungpandan. Beliau menamatkan SMA ini pada jurusan Budaya. Perguruan tinggi yang ditempuhnya adalah STBA Yapari - ABA Bandung jurusan English Tourism Department.
Selepas kuliah, beliau membagikan ilmunya di SMP UPTBEL mulai dari tahun 1975 hingga tahun 1990 . Disamping mengajar di sekolah ini, beliau juga menjadi pelatih Pramuka. 
Terkenal sebagai guru yang tegas di sekolah namun akrab di luar jam sekolah, pak Sihan banyak dikenang dengan baik oleh para muridnya. Seandainya beliau membuat fanpage di media sosial, diyakini akan banyak anggota yang berasal dari para muridnya ini. Beberapa dari mereka sekarang telah menjadi orang yang sukses di bidang masing-masing. Ada yang jadi guru, dosen, dokter, gubernur, pegawai negeri sipil, swasta hingga dukun kampung.....
Mulai tahun 1977, pak Sihan mengajar juga di SMA PGRI Tanjungpandan. Pekerjaan tersebut dilakoni hingga sekarang tanpa kenal lelah untuk membuat generasi baru mempunyai pengetahuan yang memadai.
Pernah pula mengajar di STM Yaperbel Tanjungpandan selama beberapa tahun. ( Kini sekolah ini tidak lagi beroperasi.)
Dalam bidang Kepemudaan, beliau  menjabat sebagai Ketua Dewan Etika Pelatih Pramuka Belitung.
Pak Sihan pernah juga menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) cabang Belitung  tahun 1988 sampai dengan 1991.
Organisasi Sosial yang terus ditekuni hingga sekarang adalah Billiton Heritage Society, sebuah komunitas yang telah kampung.id kupas sebelumnya.
Pak Sihan pun pernah 2 kali tampil di Metro TV . Acara ini menampilkan 2 topik yang berbeda, yang semuanya membahas tentang sejarah Belitung.
Itulah sosok Rosihan Sahib, BA yang selalu tampil sederhana namun dengan karakter dan wibawa yang kuat melekat. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan kekuatan kepada beliau untuk terus berkarya demi kemajuan kampung kita tercinta.
Semangat terus, Pak.......!!! , kami akan selalu mendukungmu.
Update : Ralat  SMP Pak Sihan adalah SMP Negeri Tanjungpandan (sesuai komen bapak Rosihan Sahib di bawah).

Tidak ada komentar:

vehicles

business

health